Saat Pahlawan Nasional “Hidup Kembali” di MA NU Ibtidaul Falah: Kemeriahan Hari Kartini 2026

Ada yang berbeda dengan suasana di MA NU Ibtidaul Falah pada peringatan Hari Kartini tahun ini. Jika biasanya Hari Kartini identik dengan kebaya konvensional dan upacara khidmat, tahun 2026 ini OSIS MA NU Ibtidaul Falah membawa gebrakan baru yang super kreatif: Lomba Cosplay Pahlawan Nasional!

Sorak-sorai dan tepuk tangan riuh rendah menggema di halaman madrasah saat para siswa berjalan di atas panggung dadakan. Bukan mengenakan pakaian modern, mereka tampil totalitas meniru visual, gaya, hingga atribut ikonik para pejuang bangsa dari berbagai pelosok Nusantara.

Bukan Sekadar Gaya, Tapi Menghidupkan Sejarah

Tujuan dari lomba cosplay (costume play) ini bukan sekadar ajang pamer kostum unik. Kepala Madrasah MA NU Ibtidaul Falah menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dipilih untuk mendekatkan generasi Z dengan sejarah bangsa lewat cara yang mereka sukai.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal nama pahlawan di buku sejarah, tapi benar-benar meresapi semangat juang mereka. Melalui cosplay ini, mereka harus meriset bagaimana cara tokoh tersebut berpakaian, berbicara, dan berjuang,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Sejak pagi, suasana madrasah mendadak menjelma menjadi mesin waktu:

  • Ada siswi yang tampil anggun namun tegas bak Marta Christina Tiahahu.

  • Ada siswa yang gagah berani mengenakan ikat kepala khas Mbah Yai Hasyim Asy’ari (Pendiri NU).

  • Tidak ketinggalan, karisma Ir. Soekarno lengkap dengan peci hitam dan kacamata khasnya turut menghidupkan suasana.

  • Tentu saja, sosok R.A. Kartini sebagai ikon utama emansipasi wanita tampil anggun di barisan depan.

 

Penilaian yang Ketat: Dari Kostum hingga Karakter

Para juri yang terdiri dari bapak/ibu guru tidak hanya menilai kemiripan kostum yang dikenakan. Peserta lomba juga diwajibkan untuk melakukan performance singkat di depan panggung, mulai dari memperagakan gestur tubuh sang pahlawan hingga meneriakkan jargon atau kutipan (quotes) perjuangan yang membakar semangat.

Kreativitas siswa benar-benar diuji di sini. Banyak dari mereka yang memanfaatkan bahan daur ulang dan kain tradisional di rumah untuk merakit senjata mainan, jubah, hingga atribut pelengkap lainnya agar terlihat mirip dengan tokoh aslinya.

Menjaga Api Emansipasi di Era Digital

Peringatan Hari Kartini 2026 di MA NU Ibtidaul Falah ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini—terutama tentang akses pendidikan dan kebebasan berkarya—bisa dirayakan dengan cara yang adaptif dan kekinian.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta cosplay, para guru, dan pembagian piala untuk para pemenang kategori kostum terbaik, performa ter-ikonik, dan juara terfavorit pilihan penonton.

Selamat Hari Kartini 2026! Semoga semangat belajar dan kreativitas santri MA NU Ibtidaul Falah terus menyala, membawa bangsa ini menuju masa depan yang “Habis Gelap Terbitlah Terang.”